Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

FOTOCOPY

Mestinya aku menyadari, tingkah anaknya yang begitu rupa menganiaya teman sebayanya hingga berdarah darah merupakan cerminan perlakuan orangtuanya pada dirinya. Merebut, menyingkirkan, membuat alibi seolah membenarkan apa yang mereka lakukan. Cukup dengan bahasa maaf dan sedikit perangai yang pongah cukup membuat image yang tak baik.  Mestinya aku menyadari, selftalk hatiku saat itu melihat serat serat rambutnya yang kaku bak ijuk blonde terlalu kasar buatku yang terbiasa menyisir rambut ibu yang kriting sekalipun, ibu wanita dengan lisan yang sangat pedas namun termyata ada perempuan yang berambut tak wangi namun kasarnya tak layak seperti perempuan.  Namun aku terkecoh! 

BUKAN ROMEO AND JULIET!

Aku tak tahu harus memulai darimana,  Aku sangat meyakini hukum magnetik dalam dunia, ketika satu perjumpaan satu manusia dengan lainnya diselimuti kutub utara dan selatan sebuah magnet maka terjadilah perjumpaan saling tarik menarik dan mungkin Tuhanpun meridhoinya. Namun sayangnya mungkin posisiku menarik kutub-kutub rongsokan yang teronggok. Bagaikan gula dan garam, kita takkan pernah tahu tabiat seseorang jika ia hanya mencicipi sekilas, ia baru akan tahu ketika rasa gula itu manis jika sudah teraduk sempurna dan begitupun rasa asin.  Kita tidak pernah tahu serupa apa topeng seorang manusia dihadapan manusia lainnya jika mereka tidak saling mengenal diri dalam jangka waktu lama. Setiap manusia di dunia sangat piawai mengolah topengnya mempersona guna memperdaya sesamanya.  *** Sayang!  Atas nama sayang dan Julia terkecoh dengan kata ini ketika Julia berjumpa dengan Ami perempuan tangguh berbadan besar bagaikan hulk yang siap memberikan tameng kala rumah tangga Ju...