Langsung ke konten utama

Postingan

FOTOCOPY

Mestinya aku menyadari, tingkah anaknya yang begitu rupa menganiaya teman sebayanya hingga berdarah darah merupakan cerminan perlakuan orangtuanya pada dirinya. Merebut, menyingkirkan, membuat alibi seolah membenarkan apa yang mereka lakukan. Cukup dengan bahasa maaf dan sedikit perangai yang pongah cukup membuat image yang tak baik.  Mestinya aku menyadari, selftalk hatiku saat itu melihat serat serat rambutnya yang kaku bak ijuk blonde terlalu kasar buatku yang terbiasa menyisir rambut ibu yang kriting sekalipun, ibu wanita dengan lisan yang sangat pedas namun termyata ada perempuan yang berambut tak wangi namun kasarnya tak layak seperti perempuan.  Namun aku terkecoh! 
Postingan terbaru

BUKAN ROMEO AND JULIET!

Aku tak tahu harus memulai darimana,  Aku sangat meyakini hukum magnetik dalam dunia, ketika satu perjumpaan satu manusia dengan lainnya diselimuti kutub utara dan selatan sebuah magnet maka terjadilah perjumpaan saling tarik menarik dan mungkin Tuhanpun meridhoinya. Namun sayangnya mungkin posisiku menarik kutub-kutub rongsokan yang teronggok. Bagaikan gula dan garam, kita takkan pernah tahu tabiat seseorang jika ia hanya mencicipi sekilas, ia baru akan tahu ketika rasa gula itu manis jika sudah teraduk sempurna dan begitupun rasa asin.  Kita tidak pernah tahu serupa apa topeng seorang manusia dihadapan manusia lainnya jika mereka tidak saling mengenal diri dalam jangka waktu lama. Setiap manusia di dunia sangat piawai mengolah topengnya mempersona guna memperdaya sesamanya.  *** Sayang!  Atas nama sayang dan Julia terkecoh dengan kata ini ketika Julia berjumpa dengan Ami perempuan tangguh berbadan besar bagaikan hulk yang siap memberikan tameng kala rumah tangga Ju...

Aku

Part 1 Entah mengapa keinginan untuk bunuh diri ini terlalu kuat, bahkan ku tak lagi melihat diriku yang berarti dimata orang lain. Aku tak lagi mereka butuhkan. Siapa yang menginginkanku? Sepertinya tak ada! Disisi lain, aku terlihat hebat, kuat dan percaya diri. Namun sesungguhnya itu hanya kamuflase. Aku tak memiliki apa2 bahkan untuk sekedar memiliki asa pun sepertinya terlalu berlebihan. Penolakan demi penolakan sesekali ku tepis, namun benteng yang kubangun lama kelamaan terlalu rapuh tuk bertahan .. Untuk apa? Untuk siapa .. Sampai kapan .. Terlalu lelah. Ah sudahlah .. Aaah semua tentang aku! Aku lagi dan lagi ..  Semua berawal di tahun 2001, awal pernikahanku dengan seorang laki-laki yang tak cakap, tak cakap dari berbagai sudut pandang. Yaa tuhan kenapa aku mengambil keputusan yang salah?  Tak cakap mengambil hatiku dan orangtuaku Tak cakap memberi nafkah Tak cakap mendidikku menjadi wanita seutuhnya

Janji Kepat Sabung Ayam

PART I Hampir seminggu Budjana termenung di tepian pematang sawah milik Made Besaki, yang dilakukannya hanya mengernyitkan dahi, bergumam sendiri, dan sesekali menggamitkan lengan memetiki ujung alang-alang yg menghalangi pandangannya. Sekira 20 tahun terakhir kegiatan hariannya menghabiskan waktu setiap pagi hingga petang mengunjungi sabung ayam. Ditemani ayam jago berbulu blintik burik hitam dengan cat khusus kilat hijau. Hari-harinya akrab dengan teriakan menyemangati Si jambul merah miliknya bertandang di medan laga guna memenangkan rupiah atau bahkan dollar. Namun kali ini berbeda ; sunyi, senyap seluruh pandangannya menanar kuning tertuju pada ujung-ujung jenis tanaman alang-alang itu. Hitungan hari ke enam, Made Besaki tak mendapati batang hidung Budjana disana. Beberapa kawan berbisik, berceloteh sekedar menanyakan kabar sang jawara sabung ayam itu. Dijawabnya dengan gelengan kepala dan kepulan asap cerutu dari mulut Made pertanda ia tak mengetahui keberadaan Bu...

TIPS MENULIS ARTIKEL

Sebuah artikel harus punya dua elemen yang bisa membuat pembacanya tergerak, atau setidaknya sudi membacanya. Yaitu artikel tersebut haruslah bagus dan menarik. Bagus berarti artikel itu baik secara isi dan kualitas, menarik berarti artikel itu dikemas dengan judul, gaya bahasa, ataupun attention getter yang enak dibaca. Tantangannya berat bukan? Artikel Anda tidak hanya harus bagus, tapi juga harus menarik. Kalau Anda menguasai kedua teknik ini, percayalah, artikel Anda akan mempunyai “nyawa” dan bisa berkomunikasi sendiri dengan orang-orang yang membacanya. Jadi, mari menengok tips menulis artikel agar terlihat bagus dan bernyawa Langkah Menulis Artikel Bagus Yang pertama, pelajari elemen “bagus” dalam artikel. Bagus disini berarti artikel Anda harus berbobot dan berkualitas. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah riset atau penelitian tentang tulisan Anda. Cari sebanyak-banyaknya bahan untuk tulisan Anda. Riset ini bertujuan supaya tulisan Anda punya data empiris ya...

Ricky

Siapa takkan terbangun mendengar dering suara bising yang mengganggu telinga di pagi buta? Siapa tak terganggu saat menjelang fajar mendengar tetangga dekat bertengkar? Siapa tahan tinggal di rumah sewa dengan kebisingan yang terjadi tiap hari? Siapa? Samar-samar, baru setengah sadar, kupencet kenop lampu di meja dekat tempat tidurku. Tampak istriku tetap tidur lelap, seolah tak peduli apakah dunia sedang kiamat. Dengan malas aku kembali menggeliat, menutup telinga dengan sudut selimut, sekadar mau menikmati satu jam lagi sebelum weker berbunyi. Aku tahu, siapa lagi kalau bukan Eric Sullivan, tetangga sebelah kanan, yang tak jarang memencet kenop nama siapa saja di luar sana asal pintu gedung dibuka. Tentu saja itu sangat mengganggu penghuni flat kami, terutama di lantai satu. Lantas terdengar suara perempuan. “Kamu mau mati, Ricki? Tahu rasa jika levermu bengkak, parumu rusak! Berapa botol nenggak alkohol, hah?” Itu pertanda perang mulut pagi-pagi sudah mulai. Perempuan yang m...

Kak Ros

Begitu keluar dari kamar dan tak sengaja menatap ke taman itu, aku terpaku: Kak Ros, perempuan hampir separo baya itu, sedang membungkuk menyorongkan wajahnya ke rimbun tapak dara. Tentu bukan sesuatu yang aneh kalau cuma menyorongkan wajah, tetapi ini, seperti kemarin kata Ben, bibir perempuan itu bergerak-gerak samar. Jadi, apakah benar, Kak Ros sedang bicara dengan daun-daun? Dan tampaknya, bukan hanya bicara. Tangan Kak Ros bergerak lembut, menyentuh, mengusap daun-daun. Tangan yang lain, dengan tak kalah hati-hati, menyemprotkan air dari botol sprayer sedemikian rupa, hingga tampak seperti seorang ibu yang memandikan dan mengeramas rambut anaknya. Tempo-tempo, semprot dan usapan itu terhenti, lalu jarinya tampak seperti mengutip dan memindahkan sesuatu dari tangkai atau punggung daun, juga sangat lembut dan hati-hati. Kembali aku ingat kata Ben. Apakah perempuan itu tengah memindahkan semut, atau serangga kecil lain, agar tak terpelanting oleh semprotan air? ”Naa,” tepuk...